BLANTERVIO103

Curahan Hati Anak Perantau Kepada Sang Petahana H.Ukkas Sulaiman

Curahan Hati Anak Perantau Kepada Sang Petahana H.Ukkas Sulaiman
Senin, 21 Oktober 2019


jurnalsatu.com SIDRAP-- Sebenarnya tulisan ini sudah lama ingin saya buat, namun saya merasa kurang pantas sebab secara administrasi saya bukan lagi warga Desa Sereang. Namun setelah berdiskusi dengan seorang teman rasa keluarga maka saya memberanikan menulis sebuah curahan anak rantau dari Desa Sereang.


Saya meninggalkan Desa Sereang diawal tahun 2000 demi mengejar sebuah cita-cita. Desa ini kutinggalkan dengan segenggam rasa galau dan gundah.


Sejak tahun 1991 saya telah menetap di Desa Sereang yang merupakan asal muasal leluhurku, waktu itu umurku masih 9 tahun.


Apa yang saya rasakan sungguh diluar dugaan keinginan untuk bermain di desa ini terbatasi akibat keseringan terjadinya perang kelompok antar sesama remaja di Desa Sereang bahkan tidak jarang ada segelintir tokoh masyarakat yang terlibat yang membuat Desa ini kurang bersahabat. Bahkan di Bulan Ramadhan perkelahian antar kelompok semakin menjadi jadi. Di setiap hajatan pernikahan selalu terjadi perkelahian akibat dari pengaruh miras.


Kondisi ini semakin diperparah dengan infrastruktur Desa yang sangat memprihatinkan, Jalanan Desa yang berlumpur dan berkubang di musim hujan dan berdebu di musim kemarau.


Seringkali diadakan musyawarah untuk menyelesaikan semua masalah yang ada namun perkelahian kelompok hanya berhenti sesaat dan pembangunan infrastruktur desa jalan ditempat.
 

Kondisi ini masih berlangsung hingga saya meninggalkan Desa ini di tahun 2000.


Tahun 2006 saya kembali ke Desa Sereang melepaskan kepenatan kuliah dan kompetisi PNS. Saya mendapati Desa ini berubah menjadi desa aman dan damai, tidak ada lagi perang kelompok bahkan tokoh masyarakat bahu membahu membangun Desa ini, mereka yang dulunya ikut perang kelompok menjadi penduduk produktif dengan mengembangkan potensi Desa di bidang pertanian, peternakan dan perkebunan serta perniagaan.


Adanya perubahan tersebut salah satunya adalah tangan dingin dari Kepala Desa Sereang yang melakukan pendekatan persuasif kepada seluruh warga.


Selama dua periode kepemimpinannya infrastruktur Desa berkembang pesat, masyarakat religi terwujud dengan sendirinya, pembangunan masjid juga berkembang pesat. Jalanan desa berubah menjadi " Ular Hitam besar yang mulus" membuat nyaman bagi siapa saja yang menelusurinya.


Seabrek prestasi telah di torehkan oleh Bapak H.Ukkas Sulaiman. Akankah kita membiarkan Desa ini kembali kendor? Ataukah kita ingin Desa ini kembali melaju pesat? Kembali kepada warga Desa yang menentukan pilihannya pada PILKADES 2019 mendatang. Namun satu hal yang patut direnungkan " Jika Imamnya sudah bagus untuk apa diganti lagi".


Demikianlah tulisan ini saya buat berdasarkan fakta yang saya lihat.


Jika sekiranya tulisan ini dianggap sebuah dukungan, maka silahkan dibantah fakta fakta yang telah saya ungkap dan saya juga tidak punya hak pilih serta tidak punya massa, saya hanya menulis fakta yang pernah saya dapatkan. Wallahu 'alam bishawab.


Makassar, 21 Oktober 2019
Hamka Malik anak rantau Sereang
Bagikan Berita Ini Melalui :
Jurnal Satu

TAMBAHKAN KOMENTAR

406191870095525094