BLANTERVIO103

Diawal Kerja Tahun 2019, Kadistan Soppeng Rapat Koordinasi Pengembangan Kakao

Diawal Kerja Tahun 2019, Kadistan Soppeng Rapat Koordinasi Pengembangan Kakao
Rabu, 02 Januari 2019

JURNALTIME, SOPPENG-- Mengawali hari pertama masuk kerja tahun 2019, Dinas Pertanian melakukan rapat koordinasi pengembangan kakao bersama tenaga pendamping perkebunan bertempat di ruang pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng, 02/01/19.

Kepala Dinas Pertanian Ir.Fajar menyampaikan didepan tenaga pendamping perkebunan yang berjumlah 16 orang.

Kadistan menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 2 tahun ini terjadi penurunan produksi kakao yang sangat signifikan yaitu dari 12.361 ton pertahunnya, kini turun 5.009 ton kurun waktu 2017-2018.

Penurunan itu akibat adanya2.220 Ha. Tanaman baru hasil replanting serta 2.098 Ha. Tanaman tidak produktif lagi (tua).

"Sehingga praktis dari 17.000 Ha. Pertanaman kakao, yang menghasilkan hanya sekitar 13.000, itupun produktivitasnya rendah karena serangan hama PBK yang belum dapat dikendalikan sepenuhnya",ungkapnya.

Lebih lanjut Fajar katakan dibutuhkan upaya khusus untuk mengembalikan kejayaan kao-kao di Kabupaten Soppeng.

Bahwa petani yang selama ini menebang tanaman kakaonya, dengan beralih menanam jagung karena menjanjikan, sehingga meremajakan kakao mengalami keterlambatan.

Kadistan bahkan, penanaman jagung itu, justru mampu meningkatkan pendapatan petani.
 
"Jadi anggapan dari beberapa pihak selama ini bahwa terjadi penurunan pendapatan petani kakao fajar menepis bahwa,  pendapatan petani kakao tidak menurun karena aadanya komuditi alternatif yang dikembangkan petani", tegas Fajar.

Lanjut bahkan diantara petani kakao tersebut ada yang membuat penangkaran bibit.

Pada tahun 2018 jumlah bibit kakao yang dihasilkan penangkar di Kabupaten Soppeng sebanyak 1.018.000 pohong.

Disamping untuk memenuhi kebutuhan lokal, sebagian juga disuplai ke daerah lain.

Dari pertemuan koordinasi tersebut telah dirumuskan beberapa hal diantaranya :

1). Tenaga pendamping perkebunan memetakan kondisi pertanaman kakao di wilayah kerjanya masing masing. 
2). Mengoptimalkan sumber daya lokal dengan mengidentifikasi klon kakao lokal yang punya daya tahan terhadap hama PBK
3). Penanaman kembali pohon pelindung yang mempunyai nilai ekonomi.
4). penerapan pemupukan bio hayati serta pengapuran.
5) meningkatkan koordinasi dengan Direktorat Perkebunan Kementan serta Tim  Gerakan Mengembalikan Kejayaan Kakao Sulawesi Selatan untuk mendukung program Rehabilitasi kakao dan sambung samping yang telah diprogramkan di Kabupaten Soppeng.

"Menutup, pertemuan tersebut informasi Kadis Pertanian Soppeng, bahwa untuk Tahun 2019 telah diusulkan Ke Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel kegiatan peremajaan 3.000 Hari. dan sambung samping 1.000 Ha", tutupnya.(m.yu)

Bagikan Berita Ini Melalui :
Jurnal Satu

TAMBAHKAN KOMENTAR

406191870095525094